Secara resmi God Bless berdiri tanggal 5 Mei 1973, merujuk pada pemunculan perdananya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Formasi ketika itu adalah Achmad Albar (vokal), Ludwig Lemans (gitar), Donny Fattah (bas), Yockie  Suryo Prayogo (keyboard) dan Fuad Hasan (drum).

Setelah pemunculan bersejarah tersebut posisi Yockie Suryo Prayogo digantikan oleh Soman Lubis. Akan tetapi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, Soman Lubis dan Fuad Hasan meninggal dalam sebuah kecelakaan sepeda motor di kawasan Pancoran, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sejak itu God Bless secara masif mengalami bongkar pasang pesonil. Antara lain Deddy Dores, Deddy Stanzah, Soman Lubis, Teddy Sujaya, Dodo Zakaria, Keenan Nasution, Debby Nasution, Odink Nasution, Gilang Ramadhan, Eet Syahranie, Inang Noorsaid, Iwang Noorsaid, hingga Yaya Moektio.

Fenomena pergantian pemain seperti ini lazim terjadi pada pertumbuhan band rock periode ’70-an hingga ‘80an. Dalam konteks perjalanan karir God Bless, tradisi ini turut berkontribusi dalam memperkuat karakter musik sekaligus menaikkan pamor. Bahwa sejumlah pelaku sejarah musik rock Indonesia pernah menjadi bagian dari perjalanan grup ini.

Pergantian yang paling sering terjadi pada posisi drummer, sehingga Donny Fattah dituntut melakukan penyesuaian berulang kali. Ini dikarenakan konteks instrumen drum dan bass merupakan rhythm section yang tidak terpisahkan.

Pada tahun 1975 Achmad Albar membintangi film Laela Majenun. Di dalamnya terdapat dua lagu yang kelak menjadi cikal bakal materi album  pertama, yaitu “Sesat” dan “Huma Di Atas Bukit”. Setelah albumnya dirilis, God Bless memperoleh kepercayaan untuk mendampingi konser supergrup kelas dunia, Deep Purple dan Suzy Quatro, di Jakarta.

Selama lebih dari empat dekade God Bless konsisten memainkan genre hard rock dan berhasil mencetak sejumlah hit “Huma Di Atas Bukit” (1976), “She Passed Away” (1976), “Balada Sejuta Wajah” (1980), “Musisi”, (1980), “Kehidupan” (1988), “Semut Hitam” (1988), “Rumah Kita” (1988), “Raksasa” (1989) dan banyak lagi.

Namun terdapat satu periode dimana God Bless menampilkan formasi dua gitar, yaitu Ian Antono dan Eet Syahranie. Perubahan ini melahirkan persentuhan dengan genre heavy metal. Contoh konkretnya adalah “Serigala Jalanan” (album Apa Kabar?, 1997). Di antara permainan dua gitaris ini Yockie Suryo Prayogo hadir sebagai penyeimbang.

Setelah Eet Syahranie mengundurkan diri, God Bless kembali ke format klasiknya.

God Bless merupakan grup rock lebih memprioritaskan kiprahnya pada pertunjukan panggung. Ada pun untuk rekaman, hingga tahun 2017, telah menghasilkan tujuh buah album penuh dan tiga kompliasi.

Di tengah pasang surut karirnya, tiga pilar utama God Bless, yaitu Achmad Albar, Ian Antono dan Donny Fattah sukses menempuh karir solo.