God Bless Menggempur JIEXPO Pekan Raya

Setelah menyelesaikan tur Super Rawk bersama Kotak dan /rif, kali ini God Bless membuat histeris penonton yang memadati JIEXPO Pekan Raya Jakarta (22/6).

Setelah dibuka oleh penampilan Jikunsprain yang mereinterpretasi “Rock Di Udara”, lagu dari debut album God Bless, Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (kibord) dan Fajar Satritama (drum) muncul dengan “Kepada Perang”, dari album Gong 2000 – band etnis rock bentukan Ian Antono pasca mengundurkan diri dari God Bless, beberapa tahun silam. Kali ini pada bagian interludenya disisipkan salah satu lagu mars paling populer, “Garuda Pancasila’. Improbisasi ini cukup berhasil menghadirkan nuansa perjuangan. “Itu ide Ian Antono,” kata Donny Fattah tertawa.

Membawakan tidak kurang 13 lagu, penampilan God Bless malam itu terkesan khusus. Itu dikarenakan sejak merilis album Cermin 7 pada 17 Desember 2016, baru kali inilah mereka membawakan “Cermin”. Ini memang salah satu komposisi yang cukup untuk dimainkan. Bahkan ketika album versi aslinya dirilis pada 1980 lagu ini tak sekali pun pernah dibawakan.

Dalam ingatan Ian Antono, lagu ciptaan Donny Fattah ini hanya sempat pernah membawakan di atas panggung tidak dari lima kali. Pada saat latihan terakhir, Rabu (21/6), Achmad Albar bahkan sempat menolak memasukkan “Cermin” ke dalam setlist dengan pertimbangan perlu persiapan matang. Termasuk penggunaan squencer oleh Fajar untuk membangun nuansa megah.

Satu lagi ciptaan yang jarang dibawakan di atas panggung adalah “Sodom Gomora”. Namun berbeda dengan “Cemin” yang membutuhkan kesempurnaan kordinasi antar pemain, judul belakangan lebih menampilkan peran Fajar Satritama. Digenjot oleh tempo lagu yang tinggi, pukulannya terlihat stabil. Diletakkan pada bagian akhir pertunjukan bareng “Musisi”, “Bis Kota” dan “Semut Hitam”, “Sodom Gomora” menjadi kilmaks pertunjukan yang memaksa penonton untuk mengakui bahwa malam itu merupakan salah satu penampilan terbaik God Bless. Dan dibalik keseruan tersebut, nampaknya tidak ada seorang yang menyadari bahwa Achmad Albar dalam keadaan sakit. Mukanya nampak pucat karena dalam beberapa hari kurang tidur. Beberapa saat sebelum menuju panggung, pihak managementnya masih terlihat sibuk mencari obat penahan rasa sakit.

Namun begitulah anak band. Begitu muncul menginjak arena panggung, segalanya seperti hilang tak berbekas. Bahkan setelah menyelesaikan lagu terakhir pun, Albar dan personel God Bless lain tetap meluang waktu menemui God Bless Community, nama komunitas penggemar mereka, untuk melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama. (DMR)