God Bless Gelar Khusus Konser Semut Hitam

Berbicara tentang musik rock di Indonesia, pasti tidak akan bisa dilepaskan dari satu nama besar, God Bless. Bagaimana tidak, sebagai salah satu pelopornya, God Bless menjadi satu-satunya band rock pada generasinya yang masih eksis hingga hari ini.  Terhitung, 46 tahun sudah perjalanan mereka yang tentunya memberi pengaruh besar bagi perkembangan musik di Tanah Air.

Tak sedikit musisi atau band papan atas Indonesia saat ini yang mengawali perjalanan mereka dengan memainkan atau setidaknya terinspirasi dari lagu-lagu dari God Bless.

Dikenal sebagai band panggung, God Bless baru merilis 7 (tujuh) buah album rekaman dalam perjalanannya. Salah satu album paling fenomenal, yang bahkan masih dapat dirasakan pengaruhnya hingga saat ini, adalah album Semut Hitam, yang dirilis tahun 1988. Melalui album inilah, God Bless berhasil mencapai puncak kejayaannya.

Album Semut Hitam dirilis delapan tahun setelah God Bless fakum dari dunia rekaman. Secara komersil inilah lompatan terbesar dalam sejarah band rock rock tertua Indonesia ini karena penjualannya meledak dibanding album sebelum dan sesudahnya. Sukses tersebut  berhasil membalikan pemahaman selama bahwa selama ini album rekaman musik rock di Indonesia selalu sepi peminat. 

Album Semut Hitam merupakan album yang paling banyak menciptakan hit yang terbukti abadi hingga sekarang. Antara lain “Kehidupan”, “Semut Hitam”, “Bla Bla Bla”, “Semut Hitam”, “Trauma” dan tentu saja “Rumah Kita” yang liriknya mengangkat tema mencintai negeri sendiri. Lagu yang liriknya ditulis oleh Ian Antono dan wartawan Kompas Theodore KS nyaris selalu berkumandang di berbagai panggung musik keras seperti halnya lagu “Kemesraan” ciptaan Johnny Sahilatua dan dipopulerkan oleh Iwan Fals.

Sihir album Semut Hitam terletak pada keberhasilan God Bless dalam memadukan aransemen bertegangan tinggi dengan notasi-notasi melodius sehingga karya mereka tetap enak didengar. Ini bukan pencapaian mudah mengingat struktur bahasa Indonesia dikenal sangat sulit untuk dibawakan dalam irama cepat dan penuh distorsi. Namun jam terbang yang tinggi dan skill dari Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Jockie Suryo Prayogo (keyboard) dan Teddy Sujaya (drum) berhasil  mencairkan kesulitan tersebut dan menjadikan Semut Hitam.
Sebagai album masterpiece yang belum tertandingi. Tidak sedikit yang meyakini bahwa inilah formasi terhebat dalam sejarah God Bless yang dikenal sebagai band rock yang sering bongkar pasang personil. 

Dengan formasi terkini, yaitu Achmad Albar (vocal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum), menjawab permintaan sejak lama dari para pecintanya, akhirnya God Bless akan kembali menampilkan album Semut Hitam dalam sebuah pertunjukan. 

Tak hanya mengajak bernostagia dalam musiknya, dalam pertunjukan khusus bertempat di Titan Center pada 7 September 2019 nanti, salah seorang musisi penting negeri ini, Fariz RM, akan dihadirkan untuk membedah kekuatan artistik album ini serta hal-hal lain yang belum terungkap. Sebuah moment penting yang wajib dihadiri para penggemar musik rock, terutama oleh para  penggemar sejati God Bless. (DMR)